pasang

Sabtu, 18 Mei 2013

Kandungan dan Sifat Batubara



Ada banyak jenis batubara. Batubara dapat dibedakan berdasarkan karakteristik fisik dan kimia yang menentukan kecocokan penggunaannya.

Batubara terutama terdiri dari karbon. Batubara juga menghasilkan zat terbang/asiri (volatile matter) ketika dipanaskan pada suhu dekomposisinya (penguraiannya). Selain itu, batubara mengandung kadar air dan bahan mineral pembentuk abu. Karbon, hidrogen, nitrogen, sulfur dan oksigen juga terdapat dalam batubara. Kombinasi dari unsur-unsur tersebut serta pangsa dari zat terbangnya, air, dan abu sangat bervariasi diantara berbagai jenis batubara.
Kandungan karbon tetap dan zat terbang yang dihasilkannya menentukan nilai energi batubara dan sifat pengokasannya dan menjadikannya mineral yang berharga di pasar dunia. Kandungan karbon tetap umumnya mempengaruhi kandungan energi dari batubara. Semakin tinggi kandungan karbon tetapnya, semakin tinggi kandungan energi dalam batubara tersebut.
  • Zat Terbang (Volatile Matter) adalah bagian sampel batubara yang kering udara (air dried) yang dikeluarkan dalam bentuk gas selama tes pemanasan standar. Zat terbang merupakan unsur positif untuk batubara termal tapi dapat menjadi sesuatu yang negatif untuk batubara kokas.
  • Abu adalah ampas yang tersisa setelah pembakaran sempurna semua bahan batubara organik dan dekomposisi bahan mineral yang terdapat dalam batubara. Semakin tinggi kandungan abu, maka semakin rendah kualitas batubara. Kandungan abu yang tinggi berarti nilai kalorinya lebih rendah (kandungan energi per ton batubara) dan peningkatan biaya transportasi.
Sebagian besar batubara yang diekspor dicuci terlebih untuk mengurangi kandungan abu (beneficiation) dan memastikan kualitas yang konsisten.
  • Kandungan (kadar) air menunjukan jumlah air yang ada dalam batubara. Biaya transportasi meningkat dengan meningkatnya kadar air. Kelebihan kadar air dapat dibuang setelah beneficiation pada fasilitas preparasi, namun hal ini akan meningkatkan biaya pengolahan.
  • Adanya kandungan sulfur meningkatkan biaya operasi dan pemeliharaan bagi pengguna akhir (end-user). Jumlah sulfur yang tinggi menyebabkan korosi dan emisi dari sulfur dioksida pada produsen baja dan pembangkit tenaga listrik. Kadar sulfur yang rendah pada batubara tidak memerlukan instalasi alat desulfurisasi untuk memenuhi peraturan emisi yang ada.
Batubara di belahan bumi selatan umumnya memiliki kandungan sulfur yang rendah dibandingkan dengan batubara di belahan bumi utara.

 Dalam sistem peringkat, batubara berperingkat tinggi mempunyai tingkat kelembapan dan penguapan lebih rendah. Batubara peringkat tinggi juga cenderung memiliki kandungan karbon lebih tinggi dan kandungan energi yang tetap.

Sifat batubara lainnya seperti grindability (ketergerusan), vitrinite reflectance (pemantulan vitrinit) dan crucible swelling number (indeks muai bebas) merupakan faktor penting ketika kita akan melakukan penilaian kualitas batubara. Umumnya, batubara berperingkat tinggi memiliki kualitas kokas yang tinggi. Batubara kokas tidak banyak tersedia dibandingkan batubara termal, sehingga harganya lebih mahal.

pasang
Diberdayakan oleh Blogger.