pasang

Minggu, 19 Mei 2013

Penyediaan Pasokan Gas untuk PT. PIM Belum Tuntas

Lhoksukon - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Lhokseumawe mulai 'puyeng' memikirkan pasokan gas yang kini mulai minim. Walhasil, jika persoalan itu terus berlanjut maka dipastikan PT PIM akan shut down. Demikian kata Kepala Humas PT. PIM Suryadi melalui stafnya Yoserizal, Sabtu sore (11/05/2013).
"Kami sedang memikirkan bagaimana caranya mendapatkan pasokan gas yang sekarang ini minim," katanya saat dihubungi The Globe Journal.

Perusahaan pupuk itu kata dia sejak memasuki tahun 2005 lalu dan tahun 2012 kemarin operasi pabrik ini sempat terhenti karena tidak ada gas. Pun jika pemerintah tidak segera mengambil langkah yang cepat maka perusahaan inipun akan tutup.
Sementara untuk saat ini di tahun 2013, pihaknya masih bisa bertahan melakukan produksinya hingga beberapa bulan ke depan dengan menggunakan pasokan gas dari ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI).

"Pupuk yang diproduksi oleh PT. PIM sekarang mencapai 1.750 ton urea per hari atau 50 ton per bulan. Pemasaranya ke wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kalimantan Barat. Nah, bagaimana jika PIM down karena tak adanya pasokan gas?" tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Aceh, Fermandez SE mengatakan, bahwa persoalan kesulitan gas pada yang sedang dialami PIM itu merupakan tugasnya pemerintah untuk mengambil tindakan yang serius.  

"Ini adalah modal awal untuk memperbaiki ekonomi rakyat Aceh. Dengan begitu, maka tenaga kerja Aceh pun akan meningkat. Dan seharusnya Pemerintah optimalkan pasokan gas yang sedang minim di PIM. Kita menilai, bahwa soal perindustrian pemerintah saat ini lebih mengutamakan masalah ekspor gas," kata Firmandez mengkritisi.

pasang
Diberdayakan oleh Blogger.